tembakau rusak, petani rugi

tembakau rusak, petani rugi

Klaten, (Kabar10.com), Sejumlah petani tembakau di Desa Nangsri, Kecamatan Manisrenggo, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah mengalami kerugian. Diperkirakan kerugian mencapai 20 persen atau Rp 500 ribu per patoknya. Hal tersebut lantaran hujan yang hingga saat ini masih tidak menentu. “Hujan yang tak menentu akhir-akhir ini membuat petani tembakau resah dan mengeluh, pasalnya tanaman tembakau mereka hilang, delapan daun menjadi krosok,” ujar Sumarjo, kepala desa setempat, Kamis (19/8).Menurutnya, luas lahan di Nangsri adalah 30 hektar dengan jumlah 100 petani. Diantara petani tersebut 20 persen menjalin kemitraan dengan pabrik rokok dan 80 persen petani perajang. “Seharusnya bulan  Agustus sudah petik dua kali, tetapi daun tembakau banyak yang jadi krosok alias daun menjadi berwarna kuning, diperkirakan 20 hari lagi sudah petik pertama” kata Sumarjo yang juga Pengurus APTIK Bidang Budidaya.
Jika hujan, sambung dia, memang tanaman tembakau subur. Namun, kualitas menurun karena kadar nikotin habis. Karena kadar air tinggi tembakau tidak bisa menjadi srinthil alias tembakau yang berkualitas baik. Jika dibandingkan dengan tahun 2009, kualitas tembakau sampai dengan kelas G, harga mencapai Rp 170 ribu – Rp 180 ribu per kilogram. Namun jika tahun ini (2010) kualitas tembakau paling mentok kualitas E sudah bagus, harga Rp 80 ribu per kilo gram, petani tidak merasa rugi. (ian)